Receh

489f88e15ea2b9a2e7f6145b965ad02b.jpg

 

Receh. Gombalanmu tak lebih mahal dari segelas kopi Starbucks, Jez.

***

 

Flora ingin sekali punya kemampuan apparate seperti Harry Potter sedetik setelah tangannya mendorong pintu masuk Starbucks. Jika bisa menghilang sekali putaran tumit kan dia bisa langsung melarikan diri dari pemuda bernama Jason. Yang ngomong-ngomong, sedang bersitatap dengannya selama beberapa detik. Tapi cukup membuat gadis itu mengaduh panik. Ini aneh, Jason seakan bisa membaui kehadiran Flora lebih dari siapapun. Dan itu bukan pertanda baik.

“Flo.” Baca lebih lanjut

Iklan

[Writing Prompt] Tussie-Mussie

db5d1da648564fe5acbcfb1817951dae2024422971.jpg

Tussie-Mussie

(n) a small bunch of flower or herbs

***

 

Rencana awalnya sih Raya ingin hang out ke mini market terdekat membeli sebantal roti untuk mengganjal perutnya yang merengek lapar. Rencana awalnya sih, iya rencana awalnya. Tapi tepat saat ia membuka pintu dan mendapati seikat tussie-mussie yang tergeletak di atas—OMG—keset bertuliskan welcome, dia lupa tujuan awal. Parah! Baca lebih lanjut

Chat Darurat

20180515_165215_00011835710395.png

Hai, Jay. Bales. Penting.

Empat kata itu melencur cepat setelah telunjukku mengetuk send. Harusnya sih langsung dibalas. Last seen-nya baru sepuluh menit yang lalu. Tapi kenapa malah ceklist sekali? Apa kuota internetmu mendadak habis? Ah, nggak lucu. Kalau saja kau tau perasaanku Jay. Sekarang ini mukaku sedang tertekuk lesu seperti kain lap. Cepat lihat notifikasimu! Baca lebih lanjut

Senin, 7 Mei 2018

Seakan Tuhan baru saja memanggilnya “Hey,” dia yang sedang menapakan sebelah kakinya di atas kursi plastik 50 senti hendak mengangkat pakaian kering (catat: tiang jeruman tinggi) langsung terlonjak kaget. Dalam hitungan detik bokongnya sudah mencium halaman, tangan kirinya yang digunakan untuk menahan berat badan langsung terasa sakit. Detik selanjutnya tersadarlah ia bahwa Tuhan memang baru saja memanggilnya untuk mengingatkan tentang sabar.

***

Sepuluh Orang yang membuatku pusing

20180501_174440_0001.png

Untuk pemilik blog Project Ishfah. Ini partisipasiku yang pertama.

***

 

Ini tugas, aku harus mengerjakannya. Kalau aku tak bisa mengerjakannya, maka aku bego.

Bagaikan mantra, kalimat itu kurapal dalam kepala guna mendongkrak semangat menulis cerita. Salahku juga sih, menawarkan diri ikutan project blog tetangga. Kan jadi pusing sendiri jadinya. Oh, pemilik blog tetangga tak pernah menagih, tak pernah memberi deadline yang membuatku mendadak asma, ini cuma tentang perjanjian pribadi antara aku dengan aku dalam satu raga. Harus dikerjakan kalau tak mau dicap bego, bukan cap bangau. Baca lebih lanjut